Pembagian Harta Gono-Gini: Apa yang Dibagi dan Apa yang Tidak
Tidak semua harta yang kalian miliki termasuk harta bersama. Ini cara membedakannya, dan kenapa tuntutan harta sebaiknya diajukan bersamaan dengan gugatan cerai.
Administrator
· 3 menit baca
"Gono-gini" adalah istilah sehari-hari untuk apa yang dalam hukum disebut harta bersama. Ini salah satu sumber sengketa terpanjang dalam perceraian, sering kali jauh lebih lama daripada perkara ceraianya sendiri.
Apa yang termasuk harta bersama
Patokannya sederhana: harta yang diperoleh selama perkawinan berlangsung adalah harta bersama, tanpa memandang atas nama siapa harta itu terdaftar.
Ini penting dipahami. Rumah yang dibeli lima tahun setelah menikah tetap harta bersama meski sertifikatnya hanya atas nama suami. Mobil yang dibeli dari gaji istri tetap harta bersama meski BPKB-nya atas nama istri.
Termasuk pula tabungan, investasi, kendaraan, tanah, dan usaha yang dirintis selama perkawinan.
Apa yang tidak termasuk
Yang berada di luar harta bersama disebut harta bawaan, meliputi:
- Harta yang sudah dimiliki masing-masing pihak sebelum menikah.
- Harta yang diperoleh sebagai hadiah atau warisan selama perkawinan, karena sifatnya pemberian pribadi.
- Harta yang dipisahkan berdasarkan perjanjian pra-nikah, bila kalian membuatnya.
Harta bawaan tetap menjadi milik masing-masing dan tidak ikut dibagi.
Masalah muncul ketika harta bawaan bercampur dengan harta bersama, misalnya warisan berupa uang yang dipakai menambah cicilan rumah keluarga. Kondisi seperti ini perlu pembuktian dokumen yang rapi, dan sebaiknya dikonsultasikan sejak awal.
Bagaimana pembagiannya
Aturan umumnya masing-masing mendapat setengah bagian. Pembagian ini tidak melihat siapa yang penghasilannya lebih besar, karena kontribusi mengurus rumah tangga dan anak dinilai setara dengan kontribusi mencari nafkah.
Namun angka setengah bukan harga mati. Hakim dapat menetapkan pembagian yang berbeda bila ada alasan kuat, misalnya salah satu pihak terbukti menelantarkan keluarga dalam waktu lama, atau terbukti mengalihkan harta bersama secara diam-diam menjelang perceraian.
Dalam praktiknya, pembagian bisa dilakukan dengan beberapa cara: menjual harta lalu membagi hasilnya, salah satu pihak mengambil alih dengan membayar kompensasi separuh nilainya kepada pihak lain, atau membagi objek secara fisik bila memungkinkan.
Bagaimana dengan utang
Ini sisi yang sering dilupakan. Utang yang dibuat untuk kepentingan keluarga selama perkawinan juga menjadi tanggungan bersama. Cicilan rumah, kredit kendaraan keluarga, atau pinjaman modal usaha bersama termasuk di dalamnya.
Sebaliknya, utang pribadi yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan keluarga tetap menjadi tanggung jawab yang membuatnya. Pembuktiannya sering tidak mudah, jadi simpan bukti penggunaan dana sejak awal.
Ajukan bersamaan dengan gugatan cerai
Ini nasihat paling praktis dari seluruh artikel ini. Tuntutan pembagian harta bersama bisa diajukan sebagai perkara terpisah setelah bercerai, tetapi hampir selalu lebih merugikan.
Mengajukan terpisah berarti mendaftar perkara baru dari awal, membayar panjar lagi, dan menunggu antrean sidang lagi. Selain itu, rentang waktu di antaranya memberi peluang bagi pihak lain untuk mengalihkan atau menjual harta yang disengketakan.
Kalau kamu khawatir harta akan dialihkan selama perkara berjalan, ada mekanisme sita jaminan yang bisa dimohonkan agar harta tersebut dibekukan sementara sampai putusan keluar.
Catatan
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan nasihat hukum untuk kasus tertentu. Setiap perkara punya detail yang berbeda, jadi sebaiknya konsultasikan situasimu langsung dengan pendamping hukum.
Punya pertanyaan soal kasusmu sendiri?
Artikel hanya bisa menjelaskan gambaran umum. Ceritakan situasimu, dan kami bantu petakan langkahnya. Gratis, tanpa syarat.